Rezeki Nomplok! Nenek Ini Kaya Mendadak Usai Temukan Ikan Mati Raksasa, Apa Istimewanya?

 Seorang nenek di Desa Chakphuldubi, Sagar, Benggala Barat kaya mendadak berkat ikan mati raksasa.

Tak pernah terbayangkan oleh Pushpa Kar, dirinya bisa menjadi kaya mendadak berkat ikan mati raksasa.

Pusphpa Kar mengaku menemukan ikan mati raksasa itu pada Sabtu (26/9/2020)

Siapa sangka meski sudah mati, bangkai ikan raksasa itu tetap terjual dengan harga yang fantastis.

Ya, satu ekor ikan mati raksasa temuan Pushpa Kar itu terjual dengan harga Rp 65 juta.

Seorang pengguna Twitter dengan nama akun Pooja Mehta berkicau, "Wanita Bengal menjadi kaya dalam semalam".



Diberitakan Gulf News pada Kamis (1/10/2020), ikan seberat 52 kilogram hasil tangkapannya laku seharga 6.200 rupee (Rp 1,25 juta) per kg.

Berbicara ke media lokal Kar berkata, "Ikan itu ternyata menjadi jackpot-ku.

Aku mendapat lebih dari 300.000 rupee dengan menjualnya di pasar grosir seharga 6.200 rupee per kilogram."

"Aku belum pernah melihat ikan sebesar itu seumur hidup.

Ini disebut Bhola dalam bahasa Bengali."

Menurut penduduk setempat ukuran ikan tangkapan sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan belum pernah terjual semahal itu.

Kabarnya nenek itu melihat ikan yang mengapung di sungai lalu menyeretnya ke darat dengan susah payah.

Ikan itu sudah mati saat dia menemukannya.

Warga lokal lalu membantunya membawa ikan itu ke pasar.

"Ikan tersebut kemungkinan besar mati karena tabrakan dengan kapal," kata seorang penduduk desa saat diwawancarai saluran berita India.

Sementara itu pedagang lokal mengatakan, ikan itu bisa jadi lebih mahal kalau tidak membusuk.

Lemak ikan itu dijual dengan harga tinggi dan diekspor ke negara-negara Asia Tenggara.

Dikatakan bahwa lemak kering atau perut ikan itu harganya bisa mencapai 80.000 rupee (Rp 16,13 juta) per kilogram bahkan bisa lebih mahal.

KAYA Mendadak Setelah Cium Bau Menyengat saat Mancing, Pria Ini Temukan 'Muntahan' Seharga 3 Miliar

Seorang pria tak sengaja menemukan emas terapung Ambergris saat memancing, harganya capai Rp 3 miliar lebih!

Bak ketiban durian runtuh, seorang pria menemukan 'harta karun' saat sedang memancing.

Tak disangka, ternyata benda yang mengeluarkan bau menyengat itu adalah emas terapung Ambergis yang harganya mecapai miliaran.

Pria yang diketahui warga Pulau Orchid Taiwan itu menemukan sebongkah gumpalan yang mengeluarkan bau menyengat saat memancing di pantai dekat rumahnya, Maret 2020 lalu.

Karena penasaran, pria bermarga Lee, warga Lang Dao, Kecamatan Lanyu, Taitung, Taiwan, membawa bongkahan seberat empat kg tersebut ke rumahnya.

Lee sudah menduga batu yang berwarna campuran hitam dan putih itu ambergris.

Ia mengujinya dengan cara sederhana, memanaskan jarum dan menusukkannya ke bongkahan tersebut.

Dan bongkahan tersebut mengeluarkan asap dan bau yang harum.

Setelah berdiskusi dengan teman-temannya, Lee memutuskan mengirimkan sampel bongkahan tersebut ke laboratorium Universitas Nasional Kaohsiung untuk diuji.

Rabu (7 Oktober 2020), Associate Professor of Life Sciences, Cheng Shi-Yie mengonfirmasi bahwa objek tersebut adalah ambergris melalui spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR) dan menyebutkan bahwa itu adalah penemuan yang sangat langka dan berharga.

Menurut Cheng, ambergris adalah zat lilin yang disekresikan di dalam usus paus sperma dan sering disebut sebagai "muntahan ikan paus" atau "emas mengambang".

Ini terutama digunakan sebagai fiksatif dalam produksi parfum dan bisa mendapatkan harga yang bagus berdasarkan usianya

Selain sebagai bahan parfum, ambergris juga dipakai dalam pengobatan tradisional China.

Saat ini, nilai pasar internasional ambergris sekitar US $ 50.000 per kilogram.

Lee mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menjual batunya dan menggunakan uang itu untuk biaya keluarga, lapor Liberty Times.

Bila menjual ambergrisnya, Lee akan mengantongi US $ 210.000 atau setara Rp 3 miliar lebih.

sumber : tribunews

0 Response to "Rezeki Nomplok! Nenek Ini Kaya Mendadak Usai Temukan Ikan Mati Raksasa, Apa Istimewanya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel