6 Dampak Negatif Perceraian pada Anak Menurut Islam, Catat!

Ada sebabnya Allah SWT sangat membenci perceraian, salah satunya dampaknya terhadap anak-anak mereka

Dalam agama Islam, pernikahan adalah ikatan suci tidak hanya pada manusia tetapi juga dengan Allah SWT. Karenanya pernikahan dianggap sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Tetapi, tidak semua mahligai rumah tangga berjalan sesuai rencana. Banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian karena berbagai alasan.

Padahal, Allah SWT sangat membenci perceraian dua orang muslim, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar. Dikutip dari Azislam, Rasulullah SAW mengatakan,


"Dari semua tindakan yang sah, yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian."

Allah SWT membenci perceraian karena banyak alasan. Bukan hanya merugikan bagi suami dan istri yang bercerai, melainkan bagi anak-anak yang mengalaminya.

Orang yang paling menderita karena perceraian adalah anak-anak. Perceraian orang tua dapat memengaruhi mereka sampai dewasa, dan bukan tidak mungkin anak memiliki rasa trauma.

Berikut ini dampak negatif perceraian pada anak menurut Islam.

1. Membuat Anak Stres
Tanpa disadari anak akan merasa bahwa dia adalah penyebab orang tuanya bercerai dan mereka juga merasakan tanggung jawab untuk membuat orang tuanya kembali lagi. Selain itu, akan akan merasa orang tuanya tidak lagi menyayanginya.

Perasaan inilah yang akhirnya membuat anak menjadi stres, yang akhirnya mengarah pada pikiran negatif.

2. Mengalami Kesedihan Akut
Jika anak sudah cukup dewasa untuk memahami apa arti perceraian, mereka akan merasakan kesedihan yang akut, setelah mengetahui bahwa orang tua mereka tidak lagi bersama.

Perasaan ini bahkan bisa berujung pada depresi dini, dan menyebabkan kesedihan dalam waktu yang lama.

3. Perubahan Suasana Hati yang Parah
Anak yang mengalami perceraian tidak lagi merasakan kehangatan dan kebahagiaan. Karenanya, perubahan suasana hati cenderung dialami oleh anak.

Mereka juga menarik diri dari lingkungannya dan memilih untuk tidak berbicara dengan siapapun. Meskipun ada pula anak yang menjadi overacting untuk mencari perhatian orang disekitarnya.

4. Kehilangan Fokus dalam Beraktivitas
Karena anak lebih bergantung pada orang tuanya, perceraian membuat mereka mudah kehilangan fokus untuk melakukan kegiatan apapun. Anak akan mudah cemas, tegang, gugup, dan merasa sulit untuk berkonsentrasi pada hampir semua hal, terutama dalam belajar.

Mereka juga akan kehilangan minat pada kegiatan apa pun yang membuat hatinya senang.

5. Menimbulkan Masalah Perilaku
Anak mungkin akan menjadi pribadi yang emosional, antisosial, mudah kehilangan kesabaran, dan memiliki perilaku menyerang. Ini juga menjadi efek negatif dari perceraian orang tua.

6. Depresi
Depresi tidak mengenal usia. Bahkan anak-anak kecil bisa merasakan depresi saat mereka merasa sangat sedih atas perceraian orangtuanya. Risiko depresi ini lebih tinggi pada anak yang menyaksikan perceraian dan mengerti apa artinya.

Menurut banyak penelitian, perceraian orangtua adalah adalah satu faktor penyebab seseorang memiliki gangguan bipolar.

Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa banyak efek negarif perceraian bagi anak. Sebagai seorang muslim yang baik, sebaiknya hindari perceraian, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi demi anak-anak.

0 Response to "6 Dampak Negatif Perceraian pada Anak Menurut Islam, Catat!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel